Baking Soda dan Baking Powder: Fungsi, Cara Kerja, dan Perbedaannya
Baking soda dan baking powder merupakan bahan pengembang yang sangat penting dalam pembuatan berbagai produk bakery, seperti cake, muffin, cookies, pancake, dan quick bread. Keduanya berfungsi menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) selama proses pencampuran dan pemanggangan. Gas tersebut akan terperangkap di dalam adonan sehingga terbentuk pori-pori yang membuat produk menjadi mengembang, bertekstur lembut, dan tidak padat.
Meskipun memiliki fungsi yang sama, mereka memiliki komposisi serta cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan bahan pengembang yang tepat sangat memengaruhi volume, tekstur, dan kualitas akhir produk.
Baking Soda
Baking soda adalah sodium bicarbonate (NaHCO₃), yaitu bahan pengembang yang bersifat basa. Dalam industri bakery, baking soda umumnya digunakan sebanyak 0,5–2,0% dari berat tepung, dengan dosis sekitar 1% sebagai penggunaan yang paling umum. Agar dapat menghasilkan gas CO₂, baking soda harus bereaksi dengan air dan bahan yang bersifat asam. Oleh karena itu, baking soda sering digunakan pada resep yang mengandung bahan asam seperti yogurt, buttermilk, lemon, dan cuka. Selain membantu adonan mengembang, baking soda juga meningkatkan pH adonan. Namun, penggunaan baking soda harus disesuaikan dengan jumlah bahan asam dalam formulasi. Jika jumlah baking soda terlalu banyak atau asam yang tersedia tidak cukup, sisa baking soda yang tidak bereaksi dapat meninggalkan rasa pahit atau sedikit sabun pada produk akhir.Baking Powder
Baking powder merupakan bahan pengembang yang lebih praktis karena telah mengandung semua komponen yang diperlukan untuk menghasilkan gas CO₂. Dalam industri bakery, umumnya digunakan sebanyak 1–5% dari berat tepung, tergantung pada jenis produk yang dibuat. Baking powder terdiri atas tiga komponen utama, yaitu:- Sodium bicarbonate (baking soda)
- Satu atau lebih garam asam (acid salts)
- Filler (umumnya pati) untuk menjaga kestabilan dan mencegah reaksi sebelum digunakan
Jenis Baking Powder
Berdasarkan jenis garam asam yang digunakan, baking powder dibedakan menjadi dua kelompok.Single-Acting Baking Powder
Single-acting baking powder hanya mengandung satu jenis garam asam. Gas CO₂ dilepaskan dalam satu tahap, yaitu ketika garam asam mulai bereaksi. Jenis garam asam yang digunakan dapat berupa tipe yang bereaksi cepat maupun lambat.Double-Acting Baking Powder
Double-acting baking powder mengandung dua atau lebih garam asam, biasanya kombinasi antara garam asam yang bereaksi cepat dan yang bereaksi lambat. Akibatnya, pembentukan gas CO₂ terjadi dalam dua tahap:- Sebagian gas dihasilkan saat adonan dicampur dengan air.
- Sisanya dihasilkan selama proses pemanggangan.
Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi
Kecepatan pembentukan gas CO₂ dari baking powder dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:- Kelarutan garam asam dalam air
- Ukuran partikel
- Adanya lapisan pelindung (encapsulation)