Market Insights
Aug 6, 2026

Baking Soda dan Baking Powder: Fungsi, Cara Kerja, dan Perbedaannya

Baking soda dan baking powder merupakan bahan pengembang yang sangat penting dalam pembuatan berbagai produk bakery, seperti cake, muffin, cookies, pancake, dan quick bread. Keduanya berfungsi menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) selama proses pencampuran dan pemanggangan. Gas tersebut akan terperangkap di dalam adonan sehingga terbentuk pori-pori yang membuat produk menjadi mengembang, bertekstur lembut, dan tidak padat.

Meskipun memiliki fungsi yang sama, mereka memiliki komposisi serta cara kerja yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan bahan pengembang yang tepat sangat memengaruhi volume, tekstur, dan kualitas akhir produk.

Baking powder

Baking Soda

Baking soda adalah sodium bicarbonate (NaHCO₃), yaitu bahan pengembang yang bersifat basa. Dalam industri bakery, baking soda umumnya digunakan sebanyak 0,5–2,0% dari berat tepung, dengan dosis sekitar 1% sebagai penggunaan yang paling umum.

Agar dapat menghasilkan gas CO₂, baking soda harus bereaksi dengan air dan bahan yang bersifat asam. Oleh karena itu, baking soda sering digunakan pada resep yang mengandung bahan asam seperti yogurt, buttermilk, lemon, dan cuka.

Selain membantu adonan mengembang, baking soda juga meningkatkan pH adonan. Namun, penggunaan baking soda harus disesuaikan dengan jumlah bahan asam dalam formulasi. Jika jumlah baking soda terlalu banyak atau asam yang tersedia tidak cukup, sisa baking soda yang tidak bereaksi dapat meninggalkan rasa pahit atau sedikit sabun pada produk akhir.

Baking Powder

Baking powder merupakan bahan pengembang yang lebih praktis karena telah mengandung semua komponen yang diperlukan untuk menghasilkan gas CO₂. Dalam industri bakery, umumnya digunakan sebanyak 1–5% dari berat tepung, tergantung pada jenis produk yang dibuat.

Baking powder terdiri atas tiga komponen utama, yaitu:

  • Sodium bicarbonate (baking soda)
  • Satu atau lebih garam asam (acid salts)
  • Filler (umumnya pati) untuk menjaga kestabilan dan mencegah reaksi sebelum digunakan

Karena sudah mengandung garam asam, baking powder tidak memerlukan tambahan bahan asam dari resep agar dapat bekerja dengan baik. Saat dicampurkan dengan air dan dipanaskan, garam asam akan bereaksi dengan sodium bicarbonate sehingga menghasilkan gas CO₂ yang membuat adonan mengembang.

Jenis Baking Powder

Berdasarkan jenis garam asam yang digunakan, baking powder dibedakan menjadi dua kelompok.

Single-Acting Baking Powder

Single-acting baking powder hanya mengandung satu jenis garam asam. Gas CO₂ dilepaskan dalam satu tahap, yaitu ketika garam asam mulai bereaksi. Jenis garam asam yang digunakan dapat berupa tipe yang bereaksi cepat maupun lambat.

Double-Acting Baking Powder

Double-acting baking powder mengandung dua atau lebih garam asam, biasanya kombinasi antara garam asam yang bereaksi cepat dan yang bereaksi lambat.

Akibatnya, pembentukan gas CO₂ terjadi dalam dua tahap:

  • Sebagian gas dihasilkan saat adonan dicampur dengan air.
  • Sisanya dihasilkan selama proses pemanggangan.

Sistem ini menghasilkan pengembangan yang lebih stabil sehingga banyak digunakan dalam industri bakery karena mampu menghasilkan volume produk yang lebih konsisten.

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi

Kecepatan pembentukan gas CO₂ dari baking powder dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Kelarutan garam asam dalam air
  • Ukuran partikel
  • Adanya lapisan pelindung (encapsulation)

Semakin mudah garam asam larut, semakin cepat gas CO₂ terbentuk. Sebaliknya, garam asam yang memiliki kelarutan rendah atau dilapisi dengan bahan pelindung akan bereaksi lebih lambat sehingga pengembangan berlangsung secara bertahap selama proses pemanggangan.

Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder

Perbedaan paling mendasar  adalah komposisinya. Baking soda hanya mengandung sodium bicarbonate sehingga memerlukan bahan asam dari formulasi agar dapat menghasilkan gas CO₂. Sebaliknya, baking powder sudah mengandung sodium bicarbonate, garam asam, dan filler sehingga dapat bekerja tanpa tambahan bahan asam.

Selain itu, baking soda lebih banyak digunakan pada produk yang memang mengandung bahan asam, sedangkan baking powder cocok digunakan pada formulasi yang tidak memiliki sumber asam. Baking powder juga memberikan pengembangan yang lebih stabil karena pelepasan gas dapat berlangsung secara bertahap, terutama pada jenis double-acting.

Kesimpulan

Walaupun sama-sama berfungsi menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat produk bakery menjadi lebih mengembang, bertekstur lembut, dan berpori. Baking soda bekerja apabila tersedia bahan asam dalam formulasi, sedangkan baking powder telah mengandung sodium bicarbonate dan garam asam sehingga lebih praktis digunakan.

Pemahaman mengenai perbedaan kedua bahan ini sangat penting dalam formulasi produk bakery. Penggunaan jenis dan dosis yang tepat tidak hanya menentukan volume pengembangan, tetapi juga memengaruhi tekstur, cita rasa, dan kualitas akhir produk.

 

Other Insights

3 Manfaat Kalsium Propionat Pada Roti

Read More

Keunggulan Cokelat Compound dalam Industri Bakery

Read More

Jenis-Jenis Bahan Tambahan Pangan

Read More